Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

DATU SERAN KEDINGINAN

Gambar
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” (Soekarno) Gbr.juru kunci makam di dalam makam seran
"Bahkan kadang saya menggunakan uang saya peribadi untuk memperbaiki pagar-pagar ini," ungkap juru kunci makam Seran, kepada kami di sebuah beruga di bawah pohon beringin di dalam makam.
Itu karena Anas Pataray mengajak saya berkunjung ke Makam Seran untuk liputan jurnalistik. Kami pergi karena sudah berjanji beberapa hari sebelumnya. Setelah mampir ke rumah juru kunci makam untuk memintanya sebagai pemandu, kami kemudian menyisir pematang sawah.
Untuk bisa sampai ke makam, kita harus ‘sehat lahir batin’. Ini bukan mejik atau klenik ya! Ini beneran: untuk sampai ke sana kita harus sudi berjalan di bawah belukar bambu dan pematang sawah yang jaraknya sekitar dua kilometer dari perumahan penduduk. Di musim hujan begini, saya sarankan jangan membawa celana panjang: beceknya selutut. Mengharapkan pengunjung bisa memarkir kendaraan dua roda atau empat roda di dekat makam? Hehe. Selamat tingga…

ANAK SEKOLAH DAN BUNGA

Gambar
Anak sekolah dan bunga. Dua-duanya akan tumbuh, besar, dan memberi wangi. Namun siklus hidup mereka berbeda. Pun durasi. Jangan tanyakan durasi sehari kepada bunga. Juga jangan tanyakan arti kepakan suara kumbang kepada anak sekolah. Manusia dan bunga itu beda kerajaan.
Akhirnya kita hanya sepasukan makhluk yang tumbuh, dan ingin menyebar wewangian. Mungkin begitu.
Lokasi : SDN 3 Seteluk

SITAAN

Gambar
Terbuat dari cabangan ranting kayu. Dililit dengan karet pada kedua ujung cabangannya. Tak lupa diberi selembar kulit antar karet pada masing-masing cabangan.
Ketapel ini terletak di ruang guru. Saya kurang tahu ini milik siapa. Besar kemungkinan hasil sitaan dari siswa yang kedapatan membawanya ke sekolah. Kaca jendela pecah ! Jidat siswi robek ! Atau, siapa tahu, karena mereka benci dengan Sains, tiba-tiba saja ketika guru menjelaskan di depan kelas, mereka me-nge-ta-pe-li pak gurunya? Mereka akan beralasan: "Sesungguhnya gaya yang disebabkan oleh elastisitas sebuah benda dinamakan gaya pegas, kan pak guru? Contohnya KETAPEL, kan pak guru?" 
Apakah ketapel masuk dalam kategori alat bermain (toy) ? Kita masukkan saja. Tapi bisa saja bukan. Ini sangat berbahaya jika dibawa ke dalam kerumunan manusia. Apalagi dibawa oleh anak-anak. 'Kalian harus punya ‘lisensi’.'
Jika dibawa ke kerumunan burung tak masalah. Di sini kita bicara habitat. Sekolah adalah habitat manusia, buka…