Bagaimana kalau buku yang kita baca itu, buku yang salah? Salah dalam artian buku tersebut menyajikan konsep yang keliru. Tidak semua isi buku, tapi ada beberapa saja yang salah. Manusiawikah sang penulis? Bagi saya, kesalahan penulisan kata itu bisa dimaafkan. Tapi kesalahan konsep, sungguh itu tak bisa dimaafkan. Terlebih jika buku tersebut adalah buku paket.
Ketika mengajar Matematika di kelas, saya menggunakan buku BSE. BSE adalah Buku Sekolah Elektronik yang disahkan dan dikeluarkan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas. Buku ini bisa diunggah gratis dan menjadi buku 'wajib' bagi sekolah di SELURUH Indonesia.
Dalam membahas konsep Balok, buku itu mendefinisikannya begini (seperti yang tertulis pada gambar):
Balok adalah sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah) persegi panjang di mana setiap pasang persegi panjang saling sejajar (berhadapan) dan berukuran sama.
Memberi definisi berarti memberi batasan atas sebuah konsep. Definisi yang dibuat tidak boleh terlalu luas. Sebagai misal, ketika mendefinisikan konsep anjing.
Anjing adalah binatang berkaki empat yang hidup di darat.
Definisi di atas terlalu luas. Karena ada binatang, selain anjing, yang juga berkaki empat dan hidup di darat. Kerbau, misalnya. Contoh di atas adalah mendefiniskan sebuah konsep yang terlalu umum. Dan itu keliru.
Kembali ke balok tadi.
Balok adalah sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah) persegi panjang di mana setiap pasang persegi panjang saling sejajar (berhadapan) dan berukuran sama.
Apakah jumlah pasangan persegi panjang pada sisi balok harus berjumlah 3 (enam buah) ? Tidak. Pada gambar di atas, baloknya hanya memiliki 2 pasang (empat buah) persegi panjang dan memiliki satu pasang sisi persegi.
Lalu definisinya yang benar itu bagaimana? Buatlah definisi yang kira-kira mudah dipahami oleh bahasa anak. Definisi yang mutar-mutar dan terdiri dari banyak frasa dalam sebuah kalimat akan menyulitkan siswa dalam memahami maksudnya. Bahasanya mungkin bisa seperti ini:
Balok adalah bangun ruang bersisi enam yang tersusun dari paling sedikit dua pasang (empat buah) persegi panjang yang sejajar dan berhadapan.
Itu saja. Mudah dimengerti bukan?
Terus bagaimana dengan buku ini? Tentu tak semua isinya salah. Buku ini sudah beredar luas dan tidak mudah memberitahukan kepada semua guru dan pencetak buku bahwa salah satu konsepnya keliru. Seharusnya, sebelum melepasnya ke publik, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional lebih selektif dalam memeriksa isi buku dan membeli lisensi pengarang !




4 komentar:
lolos sesnsor kaleee, atau mmg tdk tau tu keliru....
kok bisa ya? mungkin manusiawi. tapi setidaknya harus diedit teliti karena pembacanya banyak. seluruh indonesia. dan 'wajib'.
Pengertian ente juga salah sob, klo ente ngomong ".... paling sedikit dua (empat pasang) persegi panjang yang sejajar dan berhadapan." berarti balok minimal boleh memiliki 4 sisi dong, padahal balok harus memiliki 6 sisi,
Pengertian ente masih ambigu, "harus buya ade len pengetian dean"
thanks masukannya kawan, udah diperbaiki tuh.
Poskan Komentar
Silahkan tuliskan komentar !!