NIMON
Emak memasak nasi buat tamu, anaknya yg kurus2 kebagian keraknya. "Gak enak sama tamu," kata Emak kepada kami. Sudah 13 tahun tamu itu tinggal di rumah, dan Emak tetap mengatakan, "Gak enak sama tamu," Dan kami tetap, kebag ian kerak nasi. Pegawai puskesmas baru saja datang ke rumah mengunjungi kami. "Anak2mu terkena busung lapar. Asupan karbohidratnya terlalu rendah," kata seorang mantri kepada Emak. Para tamu yg tinggal di rumah tertawa. Menertawakan kami yang buncit tapi baik hati ini. Kami juga ikutan ketawa. Emak hanya tersenyum. Pada suatu hari Emak bermimpi. Dia menceritakan bahwa dalam mimpinya Tuhan menaruh emas di gunung belakang rumah kami, tetapi emas itu diperuntukkan buat orang2 yg tinggal jauh ribuan kilometer dari tempat kami. Bukan buat kami, tapi buat tamu kami yang lain. Kata Emak (masih menceritakan mimpinya), mereka tamu yang spesial. Tamu itu dari spesies manusia, tapi pemakan batu. Mendengar kabar bahwa tamu yang akan datang itu pem...