Postingan

Menampilkan postingan dengan label RENUNGAN

MENASEHATI ORANG, MARIO TEGUH & LEBARAN HARI JUMAT

Jika hari raya Idul Fitri/Adha jatuh pada hari Jumat. Maka hukum sholat Jumat pada hari itu boleh ditinggalkan. “Sungguh telah berkumpul pada hari kalian ini dua hari raya. Maka barangsiapa berkehendak (shalat hari raya), cukuplah baginya shalat hari raya itu, tak perlu shalat Jumat lagi. Dan sesungguhnya kami akan mengerjakan Jumat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al Hakim) Atas dasar itulah, pada Idul Adha yang kemaren, karena suatu hal, kami tidak melakukan sholat Jumat, tapi diganti dengan sholat Dzuhur. Saya termasuk orang yang percaya bahwa perintah Rasul selalu memiliki hikmah. Maka saya pun mencoba menebak-nebak, kenapa Rasulullah m embolehkan kita meninggalkan sholat Jumat khusus untuk hari itu. Sholat Jumat dan Sholat Idul Adha/Fitri, sebagaimana diketahui, diwajibkan diisi dengan ceramah. Artinya jika sholat Jumat tetap diwajibkan pada hari itu, maka peserta sholat pada hari itu mendapatkan dua ceramah sekaligus dalam selang waktu yang sebentar (selang waktu antara ...

TENTANG TA'ZIAH TADI ITU

Saya tadi habis pulang ta'ziah. Ini acara ta'ziah perdana yang saya ikuti. Secara gak pernah diundang ke acara beginian. Itupun tadi menggantikan kakak. Kakak saya yang diundang, tapi berhubung beliau gak bisa hadir, saya disuruh mewakili. Saya takut sebenarnya ke acara seperti ini, saya fobia. Pokoknya masalah kematian dan pernak-perniknya, jangan dibicarakan! Tapi berhubung yang meninggal adalah dulu orang di samping rumah (bekas tetangga -+ 10 tahun), jadi saya harus pergi. Pergi ke ta'ziah almarhumah, saya jadi ingat masa kecil saya. Almarhumah dulu sering sekali saya lihat menyapu halaman rumahnya dan beliau di mata saya adalah sosok pekerja keras. Sedikit ngomong, tapi saya menilainya sangat setia kepada suami. Intinya segala kebaikannya jadi teringat di pikiran saya tadi. Dan kesetiaannya terbukti. Satu tahun yang lalu, suaminya terlebih dulu dipanggil oleh-Nya karena terkena TB Paru. Dan sekarang belia (almarhumah) juga, katanya, meninggal akibat terkena TB Paru jug...

KALEIDOSKOP 2008

Jika umur memang sudah ditentukan, saya bersukur karena Tuhan telah mempercayai saya untuk melintasi tahun 2008 ini dengan selamat sentausa ke depan pintu gerbang 2009. Saya merasa di tahun 2008 Allah SWT telah memberikan begitu banyak nikmatNya. Jika saya menulisnya disini, saya yakin, jatah bit yang diberi Blogspot akan habis hanya untuk menulis semua nikmat tersebut di blog ini. Sebagai rasa sukur, ada baiknya saya tulis saja secuil dari gunungan nikmat tersebut: Saya tidak pernah kelaparan, kecuali saat berpuasa. Penyakit migren yang biasa menyerang saya 1 bulan sekali, di tahun 2008 hampir tidak pernah, sampai sekarang. Thank god! Saya dapat meng-advence kemampuan bahasa inggris saya yang memang sangat memalukan itu. Saya menemukan orang-orang baru, teman-teman baru, budaya-budaya baru, dan saya mengambil banyak hal dari mereka, sifat, karakteristik dan kecendrungannya. Saya bisa menambah beberapa koleksi buku saya. Backpacking ke Bali dengan modal uang seadan...

MENIKMATI MENCINTAI

Aku menikmati mencintai, walau tak dicintai, tak apa. Karena tidak semua yang kita mau itu mau. Mencintailah dan baru kemudian berharap dicintai! Cinta tanpa sebab itu absurd. Berharap dicintai sebelum mencintai adalah togel. Apalagi dengan tampang yang jika ayam lewat saja cuek, apalagi manusia. Aku menikmati mencintai karena tanpanya hidup menjadi hambar, tanpa gula, tanpa garam, apalagi petsin, tak terasa. Aku mencintai blogku. Dan aku tidak pernah tahu apakah dia mencintaiku. Sinyal cintanya hanya aku dapatkan di kasir warnet. Huh, aku menikmati mencintai. Walau terkadang mahal.

DUALISME KENTUT

Adakalanya kita dihadapkan kepada dua pilihan yang kadar importenitasnya sama. Jika hanya mengambil yang satu maka tentu yang satunya akan terabaikan dan mungkin saja lenyap. Atau malah menjadi musuh. Itu yang saya rasakan sekarang. Saya juga seperti materi lainnya, tidak mungkin berada pada dua ordinat yang berbeda dalam waktu yang sama. Jika kemungkinan itu terjadi maka setan pun akan takut pada saya karena setan sebenarnya tidak berada pada waktu yang sama ketika terlihat menggandakan diri namun kecepatanlah yang membuat dia seperti berbilang. Mungkin itu akan terjadi jika kecepatan saya lebih dari 300.000 KM per second. Ah, memangnya setan itu ada? Sejauh ini memang saya belum ketemu. Dia akan ada ketika kita sedang takut. Karena sejatinya otaklah yang menciptakan setan itu. Setan hanyalah kegagalan indra dan otak manusia dalam menangkap dan mencerna gelombang dan impuls yang diterimanya. Apakah ini akan berlanjut pada perdebatan antara idealisme dan materialisme? Mungkin! Adakah i...