Postingan

ENGKAU, SUARAMU, ASAPMU, DAN WANGIMU

Dulu engkau hadir dalam hidupku dalam suara. Segelombang. Tapi kini wujud aslimu telah menerkam segala yang ada. Meraih semua milikku, termasuk hati. Aku tak tahu kenapa dalam suara aku memberi. Otakku terlalu dini merindukan getar-getar saraf penerima indera dari gelombangmu. Aku berani menghadapmu karena aku berpikir engkau hanyalah suara. Tapi aku salah, engkau lebih dari sekedar suara itu. Suaramu menghadirkan kemenyan purba dari leluhur bumi yang tak pernah habis dibakar dalam keramba kuning hampir coklat keemasan. Kemudian hadirlah asapmu. Asapmu yang menghadirkan sosokmu yang asli. Sosok dewi para dewi. Wangimu meniadakan segala bebauan. Sorotan matamu tajam, tapi sayu. Hampir setiap ranah yang kau lewati akan menjadi kelopak bunga mekar seolah ada simfoni mendayu seiring injakan kakimu memukul bumi, laksana pukulan tabla mungkin. Tapi biarlah. Toh tidak semua suara terdengar. Dan bumi mungkin terlalu luas untuk kau jelajah. Aku bisa bersembunyi atau menutup hidungku melawan hip...

SUMSUM UBUN-UBUN

HAMPIR HABIS BAHASA TIDAK KUTEMUKAN LAGI AKSARA AKU MENUNGGU DALAM GEMPITA OLENG TERJEPIT SUMSUM TULANG TANPA SARAF PALU TELAH KAU GENGGAM MENGAYUN KE LINGKARAN UBUN-UBUNKU SEMBARI KAU MUNTAHKAN LIDAH-LIDAH API MEMFONIS, MENGABAIKAN INTERUPSI MEMANG BUMI TELAH BERSEKONGKOL DENGANMU NAMUN KAU LUPA KALAU BUMIMU HANYA BUTIRAN SEMESTA YANG SEBENTAR LAGI TERLEPAS DARI ORBIT MELESAT HILANG BAGAI BINTANG MATI MENELAN WAKTU DAN MASSA SENDIRI DALAM SENYAP MERAYAP ******* LANGIT YANG MEWARNI ENGKAU UBAH MENJADI SELUBUNG MENDUNG BAGAI RIAK GESEKAN PALUNG SEPERTI KECIL, NAMUN MERAYA PADA SEBUAH TANJUNG MENGENALMU BAGAI MENYUSUN MUSIM-MUSIM YANG BERLALU PADA SEBUAH WAKTU YANG PERNAH KUBUANG NAMUN JUGA TERKAIS BERTEPI SEPERTINYA AKAN LEBIH BAIK JIKA TELAH TERLIHAT JALAN SUDAH MULAI DIGULUNG.

BUDI ANDUK

Gambar
ADA MANUSIA YANG PROTES AKAN PARASNYA NAMUN SENI ADALAH BAGAIMANA MENOLEH SECARA SUBYEKTIF MELIHAT SISI LEBIH DARI CAOS MUKA BERUNTUNGLAH BUDI, YANG PANDAI MELIHAT SENI DALAM PARAS MEMADUKAN OLAH SYUKUR TANPA KUDETA BISA BERBAGI, BAHKAN DENGAN KEKURANGAN, AKU INGIN SEPERTI DIA, BUKAN DALAM PARASNYA NAMUN SISI LEBIH YANG TELAH DIA DAPAT: SYUKUR. ( INFAK DAN SEDEKAH UNTUK FAKIR DI BAWAH, BISA DI KIRIM KE REKENING BUDI, DI FACEBOOKNYA )

POLISI DAN VISIT INDONESIA

Setelah berdebat kasar dengan sopir dan para calo, siang itu saya sampai juga di terminal ubung. Begitu kecil terminal ini, sangat jauh dari kesan selamat datang. Nama Bali seharusnya membawa rasa malu jika tempat ini tidak tertata dengan baik. Bahkan dindingnya waktu itu, ada yang terbuat dari bedek bambu. “pos pelayanan mudik lebaran”, sebuah papan nama dari kertas ditulis serampangan kemudian ditempelkan pada dinding bedek. Entah apa yang dipikirkan oleh penggagas “visit indonesia”, Bali saja seperti ini, apalagi daerah lain. Terminal ubung sangat tidak asing bagi saya, setiap perjalanan Malang-Sumbawa, bus malam yang saya tumpangi selalu mampir di tempat ini. Namun kali ini berbeda. Saya naik truk dengan ibu-ibu di Lombok. Membantu ibu-ibu pekerja menurunkan berasnya dari atas mini bus, melihat langsung kebejatan polisi, kebejatan calo, dan kebejatan supir yang bekerja sama dengan calo menipu para pekerja yang mengais rezeki ala kadarnya, itu yang saya dapatkan dari perjalanan itu....

HANYA TIDAK INGIN MATAHARI HUJAN

Tanyakan kepada cahaya, adakah dia menyimpan bayanganku? Atau kepada udara, kenapa tak hantarkan gelombang merdu penggetar tulang sanggurdiku? Sementara ada kupu-kupu putih, gemerisik daun jatuh, geliatan pelan bunga mekar, juga sepasukan kumbang berebut nektar sambil mencemooh putik. Ada aku di pojok jendela. Menatap musim air yang baru saja membara. Aku suka matahari. Aku juga suka hujan. Aku hanya tidak suka matahari hujan, karena pasti meniadakan bumi, bumi manusia.

MUSYAWARAH PUISI

Ketika aku merindu ribuan sajak tercipta Pun ketika sedih Apakah Tuhan memang tidak ingin kita berada dalam keabu-abuan? Segera mengambil warna dan melukislah Malam ini aku ingin melukismu dalam mimpiku Dan jika kau pun melukis Sudikah dikau melukisku? Tariklah kuasmu Gambarlah walau hanya batang hidungku Biar aku bisa bernapas dalam cinta (Malang 10/01/09) Terkadang aku ingin menjadi bantal guling saja biar bisa dekat padamu Menemani tidurmu Memberimu kenyamanan Yang walaupun resikonya ditendang, ditindih, dan dikentut Atau kamu masih ngompol? Tak apa Yang penting aku bisa melihat matamu Matamu yang indah nan damai Menusuk ulu hati Aku memandangmu dalam serambi surgawi Terbalut burQa laksana peri Aku ingin melihatmu terbalut gaun islami Karena itu citaku tertinggi (Malang, 12/01/09) Kita bagai dua noktah yang terhalang jarak dan waktu Yang hanya dekat dalam ruang gelombang digital Aku tau kalo jarak berbanding lurus dengan kecepatan dan waktu (s = v.t) Karenanya tak mungkin aku mengga...

TIPS DAN TRIK MENJATUHKAN IMAN ORANG ISLAM

Saya tidak mau urus apakah serangan Israel ke Gaza yang sekarang lagi heboh adalah urusan teritorial atau pun agama. Yang sedikit terpentil di benak saya adalah sangat mudahnya meruntuhkan iman orang-orang Islam. Tidak perlulah kita debat antar agama seperti yang sering dilakukan forum-forum arimatea. Tidak perlulah membuat stigma tentang islam teroris, islam miskin dan lain sebagainya. Sebagai mana yang kita mafhum bersama bahwa Israel adalah umat yang sangat dikecam dalam al Quran karena pembangkangannya: paling munafik karena melanggar perjanjian, bangsa pembunuh. Maka cara untuk menjatuhkan al Quran sangat sederhana: suruh saja israel melakukan tindakan antitesa dari yang dicapkan al Quran kepada umat ini: selalu menepati janji, dan tidak membunuh. Alih-alih melakukannya, dari saman nabi Ishaq a.s, Musa a.s sampai kepada saman saya hidup sekarang ini, bangsa Israel brengsek ini semakin menjadi-jadi. Jangankan membunuh anak-anak, nabinya sendiri aja dibunuh. Dasar biadab, sa...