Postingan

UNTUKMU, KETIKA KAUTERBANGUN

Bahkan kuncup bunga pun berhenti memekar ketika alunan sajak indah keluar dari bibir indahmu Aku kemudian berdiam, seakan nafasku tersendat oleh aksara langit yang turun menyambar Engkau putih dalam sajak-sajakmu, bening dalam kemunculanmu Kemarilah, ajari aku membuat satu bait saja! Kamu pun menghampiriku dalam senyum, sembari memegang jemariku, menerangkanku tentang maksud bait-bait Rumi Kau mengajariku tentang sejarah huruf, hikayat putri dalam botol anggur, juga tentang sebuah pulau yang tiba-tiba menghilang karena tidak ada lagi cinta oleh penduduknya Kamu pun menanyakanku, “Mana yang lebih dulu ada, huruf atau cinta?” Aku membisu dalam kebingungan “Aku menyukai Umar Khayyam,” ungkapmu Aku mengangguk Diam-diam aku melihat butiran air matamu menyembur dari kelopak matamu, menyatu bersama gurindam yang baru saja kaubuat Gurindam tentang kepedihan Pelan-pelan kuusap air matamu Kukatakan bahwa aku dan bunga mekar selalu meyukai segalanya tentangmu Kuyak...

KOTA KEDIRI, KEBIRI, KEMIRI, DAN KE SINI

Gambar
Satu lagi ibu Kota Kabupaten yang saya datangi. Tersebutlah sebuah nama kota bernama Kediri. Sepertinya nama Kediri sangat favorit untuk dijadikan nama tempat di Indonesia. Setidaknya ada tiga nama daerah yang pernah saya injak yang namanya Kediri. Yang pertama di Kabupaten Lombok Barat (ada kecamatan yang namanya Kediri), kemudian di Bali (dekat Denpasar), dan yang terakhir Kediri Jawa Timur. Secara historis mungkin hak cipta nama ini adalah kerajaan Kediri yang terletak di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Sebagai wujud kerakusan mengekspansi wilayah, takluklah Bali dan Lombok di bawah pengaruh kerajaan Kediri ini. Tidak tahu apakah daerah ini memang sebelumnya tidak punya nama maka diambillah nama kerajaan tersebut menjadi nama daerahnya masing-masing tanpa mau mengubah satu huruf pun, misalnya Kebiri, Kemiri, atau Ke Sini.....saya kentutin! Mengelilingi kota Kediri bukanlah semudah mengelilingi Kota Taliwang atau Mataram yang hanya punya dua jalur kendaraan (pulang dan pergi). Walaupun ...

DI SUMBAWA, JUDI MAH BIASA

Gambar
Saya baru saja membaca blog yang membahas budaya taruhan (judi) di Indonesia. Dalam tulisan tersebut diungkapkan betapa sepak bola telah dijadikan ajang judi selain sebagai ranah hiburan. Saya tidak heran, jangankan sepak bola, di daerah saya__tukang ojek yang tengah jalan di jalan raya__ akan belok ke kiri atau ke kanan__dibuat menjadi taruhan oleh orang yang nongkrong di pinggir jalan. “Taruhan! Ojek itu akan belok kiri atau kanan?” begitu bunyi transaksinya. Maka judi kelas adu ayam, buntut bin togel, dan ceme (remi) adalah hal lumrah (just a common thing), apalagi judi taruhan sepak bola: “Gak bertaruh gak asyik maennya,” weleh….weleh…weleh. Ah, bahkan dulu saya punya tetangga yang jika gak pasang togel migrennya kumat. Kebanyakan masyarakat Sumbawa bermata pencaharian sebagai petani. Sawah-sawah yang mereka garap kebanyakan adalah sawah tadah hujan yang hanya bisa digarap ketika musim hujan tiba. Imbasnya ketika musim kemarau datang, masyarakat banyak yang nganggur. Dan ji...

PINDAH KE ASRAMA BARU, TOILET BARU

Gambar
Saya mahasiswa, laki-laki, berasal dari propinsi yang tingkat prestasi manusianya hampir paling rendah di Indonesia: NTB. Untuk lebih jelas; saya, Wahyu Firmansyah, asal Kabupaten Sumbawa Barat, sebuah kabupaten yang terletak di pulau Sumbawa bagian barat. Dikarenakan kabupaten saya menjunjung tinggi pendidikan, maka oleh karena itu untuk membentuk suatu tatanan masyarakat madani daripada sebuah masyarakat yang bersumber daripada nilai-nilai akhlakul kariiimah yang daripada*@**@#@#@# (ceramah), pemerintah daerah kami pun menyediakan asrama untuk mahasiswanya (Gak nyambung). Merasa terpanggil (mumpung gratis), saya pun tinggal di asrama yang harganya 1 milyar ini, dan ini foto tampak depannya. Tak lupa juga saya memperlihatkan foto dalamnya. Here it is! Yang sangat menarik adalah toiletnya, berhubung saya biasa buang air besar di sungai, atau yang paling mewah toilet jongkok, namun tiba-tiba asrama ini menyediakan toilet duduk. Ini sebuah tantangan bagi saya yang memang sus...

INTO THE WILD: A TRIBUTE TO CHRISTOPHER MCCANDLESS

Gambar
Pertama ketika dengar, saya sudah menduga kalau OST lagunya Into The Wild adalah miliknya Pearl Jam atau Scot Stap (vokalisnya Creed) habis suaranya mirip banget dengan suara mereka berdua. Dan tadi malam perkiraan saya itu tepat, pemilik album ini adalah milik Eddie Vedder yang tidak lain adalah sang vokalis Pearl Jams. Di album ini, semua lagu-lagunya enak untuk didengar. Penggunaan pure guitar tanpa efek distorsi suitable banget sama filmnya yang sangat fenomenal itu. Into The wild adalah film yang diadaptasi dari kisah nyata anak muda yaitu Christopher McCandless yang melepas kemapanannya untuk hidup bebas di Alam Liar. Dia menyumbang semua tabungannya, mobilnya pun ditinggalkan di jalan, dan untuk membiayai kehidupannya dia kadang bekerja di perkebunan-perkebunan dimana dia singgah. Obsesi terbesarnya adalah bisa tinggal di kutub utara, dan itu terjadi sampai dia meninggal dalam sebuah mobil tua yang dia gunakan sebagai rumah. Kata-kata yang ditorehnya dalam catatannya s...

KAPAN BOSAN?

Saya mengenal blog sekitar dua tahun yang lalu. Kakak saya, yang paling besar, mewanti-wanti saya agar sesampai di Malang harus buat blog. Senang juga punya kakak seperti dia, walau dia sendiri gak punya . “Punya dulu, tapi dah gak tau alamatnya,” begitu katanya. Sekarang karena ulahnya, saya dah gak bisa terlepas lagi dengan blog. Sehari saja gak nongkrong di depan komputer untuk ngeblog, rasanya ada yang kurang. Dengan ngeblog, nafsu membaca saya semakin bertambah. Pokoknya ngelihat tulisan langsung kepingin baca, entah itu papan iklan posyandu, koran, atawa tulisan-tulisan di belakang bungkusan snack yang berisi komposisi suatu makanan. Tiada hari tanpa membaca. Tapi anehnya walaupun banyak baca kok gak nambah-nambah ilmu ini ya? Dasar pikun! Blog, identik dengan menulis. Kalau punya blog, berarti si empunya blog pasti setidaknya biasa menulis. Tapi melihat tren sekarang banyak blog-blog yang hanya berisi foto (photoblog) dengan hanya bertuliskan beberapa keterang gambar...

GENDER DAN GIZI BURUK DI NTB

Dalam diskusi tentang gender di sebuah perkuliahan kemaren. Seorang teman membahas budaya patriarki yang memang sudah menjadi budaya di hampir semua wilayah di indonesia, kecuali di beberapa daerah Sumatera. Dia mengatakan begini, “ Di NTB, kasus Gizi Buruk banyak terjadi karena budaya yang berlaku di sana yang sangatlah patriarki. Ketika makan, Ayah sebagai kepala keluarga selalu diutamakan termasuk dalam waktu makannya, jatah ikannya, jumlah porsinya. Sementara ibu dan anaknya hanya mendapatkan sisa. Jika dimisalkan makanannya adalah Ayam, maka sang Ayah akan mendapatkan paha atau sayap, sementara anak dan istrinya akan mendapat cekernya.” Terus terang saya terhenyak ketika mendengarnya. Saya malu, selain karena saya memang kurus (ada indikasi terkena gizi buruk), saya adalah satu-satunya yang berasal dari NTB . Ingin rasanya menentang, atau tindakan lebih kasar lagi menyumpahi teman saya tadi dengan argumen,”Datanya mana? Statistik? Yang ilmiah dong!” namun pikiran saya langsung ...