Postingan

KETIKA MEMORI MASA KECIL ITU DIBUKA

Gambar
Masing-masing pasti punya cerita. Kita menjadi tokoh dalam cerita yang kita buat sendiri. Bunga yang layu, yang mekar, yang tersenyum adalah tokoh dalam penokohannya. Setiap gerak-gerik Tokoh, terekam dimana-mana. Ada yang mengatakan bahwa setiap yang kita lakukan (bahkan ketika tertidur pun) tersimpan dalam memori kita (memori bawah sadar). Tapi saya tak bermaksud membicarakan memori bawah sadar. Saya ingin bicara tentang memori yang sudah sadar. Ini adalah arsip nilai yang di dalamnya tersimpah memori tentang saya, dengan saya sebagai salah satu tokohnya. Kemudian foto di bawah ini. Ini adalah peran yang saya ambil ketika saya menjadi Tokoh anak SD. Cakep? Tentu saja! Bocah kurus yang kelak akan menulis tentang bocah lain di sekolah ini dengan arsip yang berbeda, sedang merengek di depan Anda. Dulu, nama saya Wiwin Wahyu Firmansyah. Seorang murid di sebuah sekolah dasar dengan dua buah pohon ketapang berada di depan bangunannya. Tidak banyak kenangan yang teringat. Sandal jepit, lari...

IKLAN PENDIDIKAN GRATIS YANG SALAH ITU

Gambar
Gambar iklan layanan masyarakat itu ditempatkan di samping Danau Lebuk Taliwang. Jika ingatan anda masih bagus untuk mundur beberapa tahun ke belakang, tentu anda masih ingat gambar apa yang disuguhkan sebelumnya. Ya, sebelumnya adalah papan rancangan pengembangan tempat wisata Lebuk Taliwang dengan rancangan yang indah tetapi tak terlaksana itu.

BUYA GUTU: TRADISI YANG TETAP BERTAHAN

Gambar
Ada banyak cara untuk mengisi kekosongan waktu oleh pendiduk Sumbawa. Mencari kutu (buya gutu) adalah salah satu di antaranya. Dari pantauan Wahyu Firmansyah di Karang Mandar Kecamatan Seteluk KSB, kegiatan ini ternyata masih dilakukan oleh beberapa orang yang masih rindu dengan hadat istiadat. Kutu atau Pediculus Humanus Capitis berasal dari ordo Anoplura. Binatang ini memang kurangajar. Selain tinggal di atas kepala manusia, binatang ini juga kencing dan eek di atasnya. Bahkan mungkin di atas kepala Bupati pun dia berani melakukannya jika tekstur rambut dan kelembabannya mendukung. Tetapi beberapa ciptaan Allah selalu memiliki efek negatif dan positif. Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, buya gutu ternyata bisa menimbulkan efek kesehatan, psikologis dan sosial. " E papuuuuu, peno lalo gutu ku e...., medo penyakit kuning ampo deta papuuuu, muroa ke? " ungkapnya menasehati. Tentu saja tak sembarang orang mampu menggeluti pekerjaan ini. Perlu kesabaran yang ut...

KELUARGA YANG MENGUSUNG KEBEBASAN BERCITA-CITA

Gambar
Bertindak 'gila' sering sekali terjadi di lingkungan saya. "Obsesi" ingin menjadi hantu dari adik saya ini sudah terbilang di luar batas kabupaten. Tentu saja sebagai kakak yang dewasa dan sedikit mengetahui masalah psikologi anak saya tidak boleh menghambat cita-cita mereka. Dan hasilnya adalah: making-up-hantu dilakukan oleh dia sendiri. Saya hanya bisa diam dan mengambil gambar sambil berdoa kalau-kalau dia segera mendapatkan cita-cita lain, menjadi 'malaikat' misalnya. Ternyata dia sungguh-sungguh, teman-teman !! Dia mengajak adiknya. Adiknya tertipu keponakannya juga, teman-teman !! Lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! JUST FOR HUMOR

PESAN MORAL DARI TALIWANG

Ini tentang perjalanan saya ke Taliwang, tadi. Pajak kendaraan motor saya mati dan kena denda. Yah, saya adalah wajib pajak yg tidak membayar pajak tepat pada waktunya ! Saya pun daftar di loket kantor pajak itu, catat-catat sebentar, lalu dioper ke bagian perhitungan, kemudian saya iseng-iseng nanya sama petugas perhitungannya: Saya = "Total bayarnya kira-kira berapa mas ya?" Petugas = "iya, sebentar mas ya, 508.000 !!" (menjawab dengan halus banget) Saya = Oooooo....!! Saya kemudian duduk menunggu surat pajak saya diproses. Tidak sampai 15 menit, semua selesai. Saya kemudian langsung menuju ke loket untuk membayar dan mengambil bukti pembayaran pajak saya. Saya = berapa mas? Petugas loket = 513.000 (sambil memencet-mencet kalkulator) Engkau lihat Jack? Ada selisih 5 ribu! Merasa ditipu, saya kemudian tanya lagi. Saya = Yah, kok di sana katanya 508.000 pak? Petugas loket (menoleh kepada saya sambil mengambil kalkulator) = oh ya, 508.000 !! Saya = hey, wajib pajakn...

TELEVISI

Tadi pagi saya menyuruh siswa saya menulis cita-citanya, alasannya, dan misi mereka untuk menggapainya. Segulung senyum keluar dari bibir saya: dari 35 siswa__belum ada yg memilih menjadi penyanyi atau artis. Bukan berarti menjadi begitu adalah haram atau kolot: anak tetaplah anak yg terbentuk dari tumpukan-tumpukan visual dan auditori pengalamannya sehari-hari. Sembilan dari sepuluh rumah di indonesia memiliki TV , itu yang saya tahu. Betapa Teve bukanlah sebuah barang mewah lagi di sini. Betapa kotak elektrik itu sudah sebanding jika disejajarkan dengan lemari, dipan, dah bahkan lebih berharga dari seekor kerbau. Tentang televisi. Sungguh tidak adil. Kita tidak pernah menyalurkan hak kita untuk mengintrupsi betapa buruk tayangannya. Dengan lantangnya mereka bercerita kemudian membuat endingnya sendiri. Kita tidak pernah bisa usul. Kemudian idol-idol itu marajalela dengan hegemoni bahwa menjadi merdu adalah sexy dan prestisius. Tetapi murid-murid saya sepetinya adalah orang yang tahu ...

PILKADA KSB DAN DIVESTASI PT NNT, DALAM JEJAK RAJA-RAJA SUMBAWA

Oleh: Wahyu Firmansyah* APRIL 1853 Dea Jempe namanya, orang Belanda menyebutnya “Si Anak Nakal”, siang itu tampaknya adalah puncak sialnya. Di bawah terik matahari, sembari dipukul dengan kayu oleh algojo istana, dia dipertontonkan kepada khalayak ramai bahwa dialah pembangkang kerajaan Sumbawa yang harus dieksekusi mati. Jempe mengerang perih, dia memberontak, dia berteriak mencari keadilan, dia telah melobi, dia telah berdebat, namun nasib baik belum memihak kepadanya. Dengan tubuh berlumuran darah sambil diikatkan dengan tali, di sebuah lapangan eksekusi, dia menghembuskan nafas terakhir. Masyarakat Bima dan Sumbawa dalam genangan air mata. Jempe adalah orang nomor satu di kerajaan Seran (Seteluk) waktu itu. Keengganannya untuk membayar pajak kepada kerajaan Sumbawa tampaknya awal dari petaka itu. Setelah meletusnya gunung Tambora 1815 yang menghabiskan separuh penduduk Sumbawa, pengaruh kerajaan Sumbawa terhadap wilayah-wilayah kekuasaannya, termasuk Kamutar Telu, de drie kam...