Postingan

JEJAK LANGKAH FORKESET

Gambar
Sederhana saja namanya. FORKESET. Sebuah akronim dari Forum Kesenian Seteluk adalah sekumpulan anak-anak, remaja, mahasiswa, guru, orang tua, pegawai negeri, pegawai kontrak, pegawai sukarela yang berasal dari kecamatan Seteluk dan memiliki keinginan untuk mengapresiasi hidup untuk disyukuri dan dilakoni dengan indah. Hidup di dunia itu sekali dan mesti dirayakan. Begitulah prinsipnya. Dirayakan, bukan berarti hura-hura, tetapi disyukuri sebagai suatu anugerah yang mesti dibagi. "Atas nikmat Tuhanmu, hendaknya kamu menyebut-nyebutnya" Forkeset umurnya masih dini, dirikan pada Januari 2011 oleh sekelompok pemuda yang ingin membuat perubahan. Mereka ingin melakukan perubahan mulai dari sesuatu yang mereka sukai, yaitu seni musik. Tapi seiring berjalanannya waktu, mereka sadar bahwa seni memiliki scoop yang luas baik itu dalam pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial, budaya, politik, dan keagamaan. Seni bagi mereka adalah bagaimana mengolah sesuatu yang biasa-biasa saja...

DATU SERAN KEDINGINAN

Gambar
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” (Soekarno) Gbr.juru kunci makam di dalam makam seran "Bahkan kadang saya menggunakan uang saya peribadi untuk memperbaiki pagar-pagar ini," ungkap juru kunci makam Seran, kepada kami di sebuah beruga di bawah pohon beringin di dalam makam. Itu karena Anas Pataray mengajak saya berkunjung ke Makam Seran untuk liputan jurnalistik. Kami pergi karena sudah berjanji beberapa hari sebelumnya. Setelah mampir ke rumah juru kunci makam untuk memintanya sebagai pemandu, kami kemudian menyisir pematang sawah. Untuk bisa sampai ke makam, kita harus ‘ sehat lahir batin ’ . Ini bukan mejik atau klenik ya! Ini beneran : u ntuk sampai ke sana kita harus sudi berjalan di bawah belukar bambu dan pematang sawah yang jaraknya sekitar dua kilometer dari perumahan penduduk. Di musim hujan begini, saya sarankan jangan membawa celana panjang : beceknya selutut. Mengharapkan pengunjung bisa memarkir kendaraan dua roda atau empat roda di...

ANAK SEKOLAH DAN BUNGA

Gambar
Anak sekolah dan bunga. Dua-duanya akan tumbuh, besar, dan memberi wangi. Namun siklus hidup mereka berbeda. Pun durasi. Jangan tanyakan durasi sehari kepada bunga. Juga jangan tanyakan arti kepakan suara kumbang kepada anak sekolah. Manusia dan bunga itu beda kerajaan. Akhirnya kita hanya sepasukan makhluk yang tumbuh, dan ingin menyebar wewangian. Mungkin begitu. Lokasi : SDN 3 Seteluk

SITAAN

Gambar
Terbuat dari cabangan ranting kayu. Dililit dengan karet pada kedua ujung cabangannya. Tak lupa diberi selembar kulit antar karet pada masing-masing cabangan. Ketapel ini terletak di ruang guru. Saya kurang tahu ini milik siapa. Besar kemungkinan hasil sitaan dari siswa yang kedapatan membawanya ke sekolah. Kaca jendela pecah ! Jidat siswi robek ! Atau, siapa tahu, karena mereka benci dengan Sains, tiba-tiba saja ketika guru menjelaskan di depan kelas, mereka me-nge-ta-pe-li pak gurunya? Mereka akan beralasan: "Sesungguhnya gaya yang disebabkan oleh elastisitas sebuah benda dinamakan gaya pegas, kan pak guru? Contohnya KETAPEL, kan pak guru?"  Apakah ketapel masuk dalam kategori alat bermain (toy) ? Kita masukkan saja. Tapi bisa saja bukan. Ini sangat berbahaya jika dibawa ke dalam kerumunan manusia. Apalagi dibawa oleh anak-anak. 'Kalian harus punya ‘lisensi’.' Jika dibawa ke kerumunan burung tak masalah. Di sini kita bicara habitat. Sekolah adalah habitat manus...

HUJAN 27 MARET 2011

Hujan itu, adalah garis tipis vertikal yang menyerang kita secara gotong royong. kebanyakan hujan itu, hanyalah rindu laut kepada gunung. Seperti anak kecil yg bermain di papan seluncur. Dia naik dan turun. Naik lagi, dan turun lagi. (Seteluk)

DUDUK MENUNGGU SENJA

Gambar
Blog saya ini akan saya tambahkan ragam fotonya. Foto-foto yang akan saya publish adalah foto hasil jepretan saya sendiri. Foto-fotonya bisa apa saja, dari human interest, landscape, atau apa saja. Saya namakan ragam ini dengan PHOTO OF THE BLOG. So. here it is…it is the first one. Ini adalah foto pilihan pertama saya minggu ini. DUDUK MENUNGGU SENJA Dua orang kaula muda sedang duduk santai berdiskusi menunggu Maghrib datang.

TERUNTUK YANG BERMATA HUJAN BULAN

Wahai sejujurnya engkau yang berfase Tulisanku adalah kelembutan bulu anggora Tulisanku adalah burung-burung: Yang pulang Yang kenyang Yang singgah Yang bermigrasi Yang Yin Yang Yang Yang tidak kedinginan walau selepas musim-musim yg beku dan api.. Tulisanku adalah ruang kemungkinan Tulisanku adalah harga diri.. Tulisanku adalah pohon-pohon hutan lindung di sebuah pojok bumi yg berguguran daun kemuning Adalah hatimu yang akan kusemat untuk dijaga agar air tetap mengalir darinya Tulisanku adalah tulisanmu Tulisanku adalah kamu Tulisanku adalah bintang-bintang Ketika semua akan mengalir untukmu jikalau sejujurnya aku mencintaimu wahai engkau yang bermata hujan bulan Malang, 1 April 2010