SUMBAWA BARAT DAN DEMAM CILOKAK
Ketika tulisan ini saya buat, saya baru saja selesai melihat pentas “cilokak” tepat di belakang rumah saya. Acara ini terlaksana karena adanya hajatan pernikahan di kampung kami. Aduhai ramainya! Puluhan bahkan ratusan anak-anak dari TK/SD/SMP asik bersila menonton bahkan ada yang ikut "bergabung" dalam acara yang diperagakan tepat di bahu jalan ini. Acara beginian boleh dikatakan sudah sering dilaksanakan. Untuk diketahui, “cilokak” merupakan kesenian berupa permainan musik dan tarian oleh beberapa muda-mudi yang dipertontonkan kepada khalayak ramai. Di beberapa tempat kesenian ini dinamakan “kecimol”. Saya kurang tahu apakah kesenian ini sudah termodifikasi atau belum. Di Seteluk, laki-laki yang memiliki uang berhak masuk untuk berjoget. Kemudian beberapa perempuan menyambut para lelaki ini sambil “merebut” uang dari tangannya sebagai “pemberian”. Sambil berjoget, para penari ini terkadang “nakal” menyentuh (maaf) pantat si perempuan. Tak mau kalah, penari perempuan...