Postingan

KETIKA SURYA PUN MENGGELENG, DI SITULAH CINTA KAMI

Adakah melambai kepadamu kabut putih dalam semesta aksara sendu? Jika belum, biarkan aku jelaskan: Kami merangkai kata agar ungkapan sayang tak sehambar bunga-bunga layu Semua stanza dalam sajak yang kami buat diambil dari telaga hati dalam relung-relung purba Kami mewakili setiap hati yang gundah, sebagaimana surga mewakili hati Suhada Kami berbunga ketika sajak-sajak kami tidak mudah dipahami Karena kami ingin dimengerti dengan hati, bukan dengan mata, telinga, atau jasad-jasad kasar manusia bumi Bukankah cinta juga demikian? Adakah orang yang mengerti cinta? Cinta bukanlah indra, engkau tidak akan pernah mengerti Coba tanyakan saja kepada surya: “Adakah bumi memberi sesuatu atas cintamu kepadanya?” Engkau akan mendapatkan surya menggeleng lalu kemudian tersenyum, bahkan ketika bumi tak acuh dengan berselimut awan Kemudian kami mengemasnya dalam bungkusan riak-riak bunga Karena kami ingin melihatmu tersenyum ketika putih tak...

JANGAN BACA SAJAK INI!

Tapi biarlah. Toh mulutmu tetap satu. Taringmu hanya gigitan nyamuk pada malam yang dingin. Kami bisa berselimut atau membakar obat nyamuk. Lalu mulutmu akan kaku membatu, membisu, lalu membuatmu malu karena menjadi tabu , atau mati pada subuh. Apakah kita sedang berbicara tentang parasit? Halo? Tentang parasit? Ya, kamu mungkin saja parasit. Tapi tidak bagi kami. Karena kau, merupa burung pipit yang sembelit. Kemudian sekarang kamu pura-pura menjerit. Tapi aku tidak bisa kaubohongi, Genit! Karena parit-parit mulai membatasi antara kamu dengan selaksa sempit. Cukup sudah menengadah ke langit wahai walang sangit. Sekali lagi cukup, tengik! Karena gerombolan awan pun ingin kaucekik, supaya bintang-bintang tak lagi berkedip. Supaya kami tak lagi mendelik. Huh, betapa piciknya dirimu, anjrit! Kemudian kamu datang lagi padaku. Berpikir untuk memuntahkan hajatmu. Silakan! Mari! Aku telah mempersiapkan sekeranjang petasan ,kemenyan, bualan, gepalan tanga...

DAWAI-DAWAIMU

Dan aku terpojok dalam lagu sendu ini Tepat di bibir hari yang mengantuk Alunan membawaku untuk sebuah waktu yang pernah kusimpan Dalam mawar berbuah Ketika waktu pun enggan untuk menyisih Demi menemaniku menghitung jumlah senyummu Dan aku terpojok dalam lagu sendu ini Sebuah persekongkolan sederhana antara dawai dan suara manusia mulai menusuk Bermula dari ubun-ubunku Perlahan bermuara pada hidungmu Betapa dawai membuat segalanya terpapar dan kemudian memudar seiring lagu beranjak Malang, Hari Jum’at, 24 juli 2009

TENTANG AKU, INDRI DAN SHAKESPEAR

Orang, biasa memanggilnya Indri. Tapi aku tidak. Ada satu hal yang orang lupakan ketika memanggil nama, yaitu kesempurnaan. Wajah yang cantik tentu tidak akan sempurna jika dipanggil dengan nama yang tidak pas dengannya, begitu pun sebaliknya. Luna Maya jika dipanggil dengan sebutan Joko atau Herman tentu tidak akan cocok, dan saya yakin anda akan dilempar olehnya jika memanggilnya seperti itu. “Apalah arti sebuah nama, mawar akan selalu harum walaupun diberi nama lain (tai. Red),” begitu ungkap William Shakespear yang terkenal dengan karya Romeo and Julietnya. Terus terang aku tidak setuju dengan Mas William tersebut. Mas wiliam terlalu berfikir pada esensi tapi tidak pada kesempurnaan bahasa. Masalahnya bahasa sebagai alat komunikasi telah tersimpan di dalam memori kita lengkap dengan karakteristiknya. Kata “mawar”, telah memiliki karakteristik dalam otak kita sebagai benda yang indah, harum, segar, dengan segala sifat positif yang melekat padanya. Begitu juga dengan tai, dengan se...

ALL ABOUT MENCURI

Gambar
Di saman sulit seperti sekarang, ada saja cara orang untuk melanjutkan kehidupannya: entah itu untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya maupun psikologisnya. Setidaknya ada 1001 macam cara orang cari makan (H.Rhoma Irama, 1992). Salah satu cara dari seribu-satu cara yang disebutkan tadi adalah mencuri. Kata mencuri kadang bermakna konotatif maupun denotatif tergantung dari kata yang disandingnya. Mencuri hati, dalam: Stop kau mencuri hatiku (Iis Dahlia, 2000) bisa diartikan konotatif karena dari perkawinan dua kata ini menghasilkan makna leksikal yaitu mengambil hati orang yang dicuri tersebut. Berikut contoh pencurian hati yang dilakukan oleh salah seorang pencuri hati di sebuah kediaman mahasiswa Sumbawa Barat-Malang: 1. Pencuri yang sudah teridentifikasi berinisial F sedang memastikan semua aman, memandang sekeliling, dan huppp ! 2. F berusaha masuk walaupun sebenarnya pagar telah dipasang setrum listrik arus kuat . Menurut pengakuannya (F. Red), dia kebal terhadap listrik karen...

FROM DEEPEST WAITING

Does she know that sun is never tired to run-after the moon? Eventhough the moon never respects to it, just fading away when they meet at noon I am here, like the sun which loves the moon, waiting for her, alone, while speaking to myself about love, about loyalty I want to tell her about my waiting, to tell her that i do wait for, using all languages in the world “Aku lagi menunggumu” 1 “aku lagi ngenteni sampean ” 2 “Mentu kutari kau” 3 “23432 23454 7643332” 4 My shadow ploddingly tells me that the one whom i am waiting for will come by the end of time I am sad, doesn’t she know that i am waiting here? Doesn’t she know that i can’t live without her smile? Doesn’t she know that the longer i wait for, the more i miss her? Doesn't she know that anything becomes nothing without her attendance? Should i wait until my half last breath? Till the sun doesn’t shine again (East Java, Indonesia, 4th July 2009, i make this poem to anyone who has still been waiting for her/his love, perhaps...

UNTUKMU, KETIKA KAUTERBANGUN

Bahkan kuncup bunga pun berhenti memekar ketika alunan sajak indah keluar dari bibir indahmu Aku kemudian berdiam, seakan nafasku tersendat oleh aksara langit yang turun menyambar Engkau putih dalam sajak-sajakmu, bening dalam kemunculanmu Kemarilah, ajari aku membuat satu bait saja! Kamu pun menghampiriku dalam senyum, sembari memegang jemariku, menerangkanku tentang maksud bait-bait Rumi Kau mengajariku tentang sejarah huruf, hikayat putri dalam botol anggur, juga tentang sebuah pulau yang tiba-tiba menghilang karena tidak ada lagi cinta oleh penduduknya Kamu pun menanyakanku, “Mana yang lebih dulu ada, huruf atau cinta?” Aku membisu dalam kebingungan “Aku menyukai Umar Khayyam,” ungkapmu Aku mengangguk Diam-diam aku melihat butiran air matamu menyembur dari kelopak matamu, menyatu bersama gurindam yang baru saja kaubuat Gurindam tentang kepedihan Pelan-pelan kuusap air matamu Kukatakan bahwa aku dan bunga mekar selalu meyukai segalanya tentangmu Kuyak...